Sejarah Desa Sidigede


Desa Sidigede merupakan desa yang terletak di kecamatan Welahan Kabupaten Jepara Provinsi Jawa Tengah. Sebelah Utara Sidigede berbatasan langsung dengan desa Teluk Wetan, sebelah timur berbatasn dengan desa Kalipucang Kulon, sebelah selatan berbatasan dengan desa Guwo Sobokerto, dan bagian barat berbatasan dg desa Batu Kali.
Desa Sidigede memiliki kondisi tanah persawahan yang subur, persawahan terdapat 2 jenis yaitu jenis irigasi dan tadah hujan, sehingga petani di desa ini rata-rata dapat bercocok tanam 2 kali dalam satu tahun.
Sebagian besar penduduk desa tersebut bekerja sebagai petani dengan jumlah sebanyak 3085 orang. Buruh industri sebanyak 1056 orang. Pedagang sebanyak 1019 orang. Dan bekerja sebagai pengrajin bamboo sebanyak 411 orang. Buruh tani, pengusaha, buruh bangunan, PNS, Abri/polri , dll.

Sejarah Desa Sidigede

Nama Sidigede berasal dari 3 tokoh masyarakat yang berperan dalam kemajuan desa tersebut. Yaitu Mbah Datuk Subuh, Mbah Sidiq, dan Mbah Nerang. Beliau sering berpidah-pindah tempat tinggal. Sampai pada suatu saat mereka menetap disuatu desa. Pada tempat tersebut merekamerasa tidak nyaman. Akhirnya tempat tersebut diberinama Desa Sidialit. Kata “Sidi” berasal dari nama mbah Sidiq. Dan “Alit”, karena pada saat mereka menetap pada tempat tersebut mereka merasa tidak nyaman dan peran mereka sebagai tokoh masyarakat belum mampu untuk membawa desa tersebut untu maju dan berkembang.
Seiring berjalannya waktu mereka pun kemudian pindah dan menetap di suatu tempat, mereka merasa nyaman ditempat tersebut. Dan usaha yang mereka lakukan terhadap desa tersebut kemudian menuai hasil. Desa yang mereka tempati kemudian berkembang baik dari hal pendidikan, sosial, dan agama. Dan akhirnya desa tersebut diberinama Desa Sidigede. “Sidi” berasal dari nama mbah Sidiq. Dan “Gede” diberikan karena desa tersebut cepat berkembang dengan baik, juga desanya luas.
Karena desa tersebut telah berkembang, Mbah Sidiq berpindah ke desa yang bernama Desa Kriyan. Sementara Mbah Datuk Subuh dan Mbah Nerang memutuskan untuk menetap dan mengahbiskan sisa hidupnya di Desa sidigede. Dan dimakamkan di Desa tersebut.
Karena jasa beliau dalam membangun desa, Mbah Datuk Subuh dan Mbah Nerang kemudian dianggap sebagai tokoh yang berjasa dalam berdirinya Desa Sidigede. Makam kedua tokoh tersebut sering dikunjungi oleh masyarakat yang ingin berziarah.

Share this

Related Posts

First

1 komentar:

Write komentar