Tokoh-Tokoh Yang Menginspirasi Jepara

Perjalanan sebuah kota tidak dapat dilepaskan dari peran tokoh-tokoh yang pernah ada didaerah tersebut. Demikian juga Jepara. Ada sejumlah tokoh yang demikian menginspirasi atau paling tidak dapat menjadi sumber inspirasi bagi masyarakat Jepara. Siapa saja mereka?

Ratu Shima
 Menurut buku sejarah Baru dinasti Tang, bahwa pada tahun 674 Masehi, seorang musafir Tionghoa bernama I-Tsing Telah Mengunjungi negeri Holing atau Kaling atau Kalingga yang juga disebut Japa atau Jawa. Negeri ini dipimpin oleh seorang ratu yang dikenal tegas, adil dan bijaksana. Ia bernama Ratu Shima. Untuk menggambarkan sikap iu, konon ia pernah menghukum anggota keluarganya sendiri yang telah berani mengambil pundi pundi emas yang diletakkan dipinggir jalan. Padahal pundi-pundi itu sengaja diletakkan dipinggir jalan untuk mengetahui kejujuran dan ketaatan warganya.. Negeri Holing atau Kalingga diyakini berada disebalh timur Jepara yang sekarang dikenal dengan nama Keling. Saat itu konon Jepara masih terpisah dari pulau jawa oleh Selat Juana

 Arya Timur
 Seorang Penulis Portugis bernama Time Pires dalam bukunya yang sangat terkenal Suma Oriental, pada tahun 1470 Masehi, Jepara adalah sebuah kota kecil yang baru dihuni tidak lebih 100 orang. Kota perdagangan ini dikelilingi dengan benteng yang terbuat dari bambu. Saat itu Jepara masih bagian dari kerajaan Demak. Namun demikian Arya Timur telaah merintis membangun kota kecil dipinggir laut ini dengan menjadikannya sebagai daerah perdagangan.

Pati unus
Pati unus adalah putra Arya Timur yang menggantikan ayahandanya pada tahun 1507. Disamping melanjutkan pembangunan Jepara sebagai kota perdagangan, Ia dikenal sangat gigih melawan penjajahan Portugis yang berada di malaka. karena ia memandang, keberadaan Portugis di Malaka merupakan ancaman bagi Jepara.

Ratu Kalinyamat
Anak sulung Sultan Trenggono ini menjadi adipati di Jepara menggantikan suaminya yang tewas oleh Arya Penangsang dalam kemelut kesultanan Demak. Ia kemudian dikenal dengan sebutan Ratu Kalinyamat. Ia berkuada pada tahun 1549-1579. Pada saat itu Jepara berkembang pesat menjadi kota bandar niaga terbesar di pesisir Jawa. Ia dikenal memiliki patriotisme yang kuat dan anti penjajahan. Tercatat ia pernah mengirimkan armada perangnya ke Malaka sebanyak dua kali pada tahun 1551 dan 1574. Karena pengaruh kekuasaannya yang sangat besar, oleh orang portugis ia dijuluki Rainha de Japara Senhoa Paderosa e Rica yang artinya ratu Jepara wanita yang kaya dan berkuasa.

Drs. RMP Sosrokartono
Kakak kandung sekaligus mentor RA Kartini ini tercatat sebagai mahsiswa pertama dari suku Jawa yang kuliah di Belanda. Ia juga mahasiswa pertama dari Jawa yang berhak menyandang gelar doktorandus dengan predikat suma cum laude. Ia menjadi salah satu tokoh pemuda yang merintis berdirinya Indiche Veriniging di Belanda yang kemudian berubah menjadi  Perhimpunan  Indonesia yang berperan dalam pergerakan kemerdekaan RI. Ia mahir 17 bahasa asih dan paham 10 bahasa nusantara. Ia pernah bekerja sebagai penerjemah Liga Bangsa-bangsa dan dapat dikatakan telah menginisiasi intelektual Jawa. Sepulang ketanah air, beliau yang lahir di Mayong ini aktif dalam dunia pergerakan di tanah air bersama tokoh perjuangan lainnya. Oleh presiden Sukarno ia disebut sebagai putra Indonesia yang besar.

RA Kartini
Ia bukan hanya dikenal sebagai pahlawan emansipasi. Sebab persamaan hak yang dan diinginkan dan dicita-citakan hanya pintu masuk bagi upaya membangun peradaban baru bangsa Indonesia. Karena Kedekatannya dengan para pemuda pergerakan kemerdekaan ia sering dipanggil dengan sebutan Ayunda. Tempat para pemuda mencurahkan persoalannya. Ia juga layak menjadi tokoh pendidikan sebab apa yang dilakukan telah menginisiasi  kebangkitan pendidikan bagi perempuan Indonesia. Kartini juga dapat dikatakan sebagai perintis industri mebel ukir Jepara. Para seniman ukir yang memiliki kemampuan seni tetapi tetap miskin mengusik Kartini. Ia bimbing sekelompok pengrajin dari belakang gunung untuk membuat motif dan desain baru. Ia kemudian memasarkan produk tersebut. hasil penjualannya, setelah dikurangi bahan baku diserahkan semuanya kepada para pengrajin.

Dr Cipto Mangunkusumo
Salah satu tokoh sentral pergerakan nasional ini lahir di Pecangaan 4 Maret 1886. Ia adalah putra tertua dari seorang priyayi rendahan bernama Mangunkusumo. Sementara ibunya adalah anak seorang tuan tanah di Mayong. Sejak menjadi mahasiswa di stovia, ia telah menunjukkan sikap patriotisme dan nasionalisme yang tinggi dan mulai mengobaran semangat kemerdekaan dengan berbagai macam cara. Pemikiran Cipto Mangunkusumo yang sangat mempengaruhi kebangkitan dan keberanian para pemuda terdidik juga sering dimuat diberbagai surat kabar waktu itu. Bersama Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara, ia dikenal sebagai "Tiga Serangkai" yang banyak menyebarkan ide kemerdekaan yang sangat kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Ia beberapa kali ditangkap dan diasingkan oleh pemerintah hindia Belanda     

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »